JURNAL HUKUM ISLAM : Klausula Akad Rahn Dari Perspektif Hukum Islam Dan Urgensi Notaris Dalam Penyusunannya

JURNAL HUKUM ISLAM : Klausula Akad Rahn Dari Perspektif Hukum Islam Dan Urgensi Notaris Dalam Penyusunannya

Klausula Akad Rahn Dari Perspektif Hukum Islam Dan Urgensi Notaris Dalam Penyusunannya

Abstrak
Praktik Pegadian Syariah khususnya akad rahn yang berbentuk klausula baku masih terdapat sejumlah problematika, diantaranya adalah norma-norma dari isi akad. Penelitian ini membahas mengenai, pertama, apakah norma yang terdapat dalam isi akad rahn pada Pegadaian Syariah sudah sesuai menurut ketentuan hukum Islam? Kedua, apa urgensi keterlibatan notaris dalam perumusan klausula akad rahn Pegadaian Syariah sebagai upaya menjamin perlindungan konsumen? Secara metodologis, penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan sumber data sekunder yang berasal dari bahan- bahan hukum, dengan pendekatan perundang-undangan, dan konseptual. Penelitian ini menyimpulkan, pertama, norma yang terdapat dalam isi akad rahn pada Pegadaian Syariah belum sesuai menurut ketentuan hukum Islam karena mengandung syarat fasidnya suatu akad. Kedua, diperlukannya keterlibatan Notaris untuk menjaga setiap aturan yang telah ditentukan mengenai akad rahn dapat terlaksana, selain itu juga sebagai upaya menjamin perlindungan hukum terhadap konsumen sehingga kedudukan antara rahin dan murtahin menjadi seimbang sehingga klausula akad rahn berlandaskan keadilan.

Kata-kata Kunci : Klausula akad; rahn; hukum Islam; perlindungan konsumen; notaris
Klausula Akad Rahn Dari Perspektif Hukum Islam Dan Urgensi Notaris Dalam Penyusunannya
JURNAL HUKUM ISLAM : Klausula Akad Rahn Dari Perspektif Hukum Islam Dan Urgensi Notaris Dalam Penyusunannya