JURNAL : REKAYASA PERANGKAT LUNAK INFORMASI KEMISKINAN

JURNAL : REKAYASA PERANGKAT LUNAK INFORMASI KEMISKINAN

REKAYASA PERANGKAT LUNAK INFORMASI KEMISKINAN
ABSTRAK - Dalam rangka mengimplementasikan berbagai program penanggulangan kemiskinan, informasi mengenai siapa yang miskin dan dimana mereka berada menjadi sangat penting dan akan menjadi modal dasar dalam targeting rumah tangga miskin. Dengan kata lain, agar program penanggulangan kemiskinan berhasil dan tepat sasaran, maka ketersediaan data kemiskinan yang terpercaya merupakan suatu keharusan. Di Indonesia sendiri, sumber data mengenai kemiskinan telah tersedia di berbagai sumber. Namun demikian, sumber yang resmi digunakan oleh pemerintah adalah data kemiskinan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data kemiskinan yang bersumber dari BPS sering menjadi dasar dalam implementasi program penanggulangan kemiskinan oleh pemerintah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, proses penentuan pola data kemiskinan dengan menggunakan metode KDD (Knowlerge Discovery in Database) dengan memakai data PPLS dari Badan Pusat Statistik menghasilkan tujuh pola informasi. Ketujuh pola informasi tersebut dihasilkan berdasarkan hasil analisis data dan requirement pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) terhadap data kemiskinan. Ketujuh pola informasi tersebut merupakan hasil dari pengclusteran / pengelompokan data kemiskinan berdasarkan wilayah dan tingkat kemiskinan berdasarkan indikator kemiskinan. Proses rekayasa perangkat lunak informasi kemiskinan dibangun dengan menggunakan metode Rapid Application Deveopment (RAD) untuk memenuhi kebutuhan pemerintah akan informasi data kemiskinan. 

Kata kunci: Kemiskinan, Perangkat Lunak, RAD


PENDAHULUAN - Masalah kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintah. Salah satu aspek penting untuk mendukung Strategi Penanggulangan Kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran. Data kemiskinan berdasarkan PPLS tidak terlepas dari pengaruh garis kemiskinan dan cara memandang kemiskinan itu sendiri yang disetiap wilayah di Indonesia ini berbeda-beda. Kriteria kemiskinan dan cara pandang yang berbeda-beda akan menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda pula tentang jumah penduduk miskin,kriteria penduduk miskin dan tingkat penanganan terhadap persoalan kemiskinan. Data kemiskinan yang teranalisis juga akan dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap masalah kemiskinan, membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah, serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi mereka melalui sebuah program penanganan kemiskinan.


DOWNLOAD JURNAL