JURNAL : SISTEM INFORMASI MONITORING PERSEDIAAN SPAREPARTS MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FIFO

JURNAL : SISTEM INFORMASI MONITORING PERSEDIAAN SPAREPARTS MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FIFO

SISTEM INFORMASI MONITORING PERSEDIAAN SPAREPARTS MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN METODE FIFO
ABSTRAK - Adil Jaya Motor Toko Semarang menjual suku cadang sepeda motor yang tidak menggunakan sistem komputerisasi sehingga stok persediaan suku cadang tidak terkontrol dengan baik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian R & D (Research and Development). Data yang digunakan adalah data primer hasil mengamati dan meneliti langsung dari perusahaan adalah untuk mengambil sampel dari item data, data pembelian barang, data barang penjualan, data supplier. Metode yang digunakan oleh penulis metode FIFO, bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dengan database MySQL. Penulis melakukan rancang bangun sistem informasi persediaan stok suku cadang yang dapat mengendalikan persediaan suku cadang sehingga memberikan efektivitas dan efisiensi perusahaan dalam pengolahan data di Adil Jaya Motor Toko Semarang. 

Kata kunci: Sistem, Informasi, metode FIFO, Spareparts.


PENDAHULUAN - Di era modernisasi saat ini, sistem teknologi komputer sudah semakin canggih, sehingga pekerjaan akan lebih mudah dan cepat untuk dilakukan secara otomatis dengan adanya sistem komputer. Adanya sistem komputer, dapat meringankan pekerjaan seseorang salah satunya dalam memonitor jumlah persediaan stok spareparts yang ada maupun yang masih sedikit, yang digunakan sebagai data untuk mengambil keputusan dalam memesan spareparts yang sesuai dengan kondisi persediaan stok barang digudang. Sehingga persediaan dapat terkontrol secara baik dan pengambilan keputusan dalam memesan juga sesuai dengan kondisi dan situasi persediaan spareparts. Adil Jaya Motor merupakan salah satu toko dan juga bengkel yang terletak didaerah Jl. Raya Siliwangi 186 Semarang Barat, yang menyediakan berbagai macam spareparts motor dan sebagian spareparts mobil dengan pegawai 4 orang yang terdiri dari 3 orang mekanik dan 1 orang admin dan juga penjualan. Masalah yang dihadapi toko adil ini salah satunya adalah kurangnya pengontrolan dalam persediaan barang sehingga sering terjadi kedobelan pesanan dan kehabisan stok yang menyebabkan kehilangan penjualan. Hal ini karena kurang efektif dalam proses pendataan stok barang dan juga dalam proses pemesanan juga terkadang terjadi ketidaksesuaian antara pemilik, supplier, dan juga faktur pembelian. Ketidaksesuain pemilik dalam proses pemesanan adalah penentuan quantity dalam pemesanan terlalu sedikit untuk spareparts yang jarang keluar, namun untuk spareparts yang sering keluar pemesanannya agak banyak bahkan terkadang terjadi kedobelan, hal ini karena keterlambatan supplier dalam pengiriman dan juga adanya kekhawatiran pemilik dalam pemesanan jika nanti barang pesananya tidak ada pada supplier tersebut sehingga untuk berjaga-jaga pemilik melakukan pemesanan cadangan pada supplier lainnya yang dianggap menjual spareparts yang dipesan.


DOWNLOAD JURNAL