JURNAL: PENDETEKSIAN TEPI CITRA DIGITAL DENGAN LOGIKA FUZZY

JURNAL: PENDETEKSIAN TEPI CITRA DIGITAL DENGAN LOGIKA FUZZY

JURNAL: PENDETEKSIAN TEPI CITRA DIGITAL DENGAN LOGIKA FUZZY

Abstrak 

Metode deteksi tepi citra digital yang sering umum digunakan oleh metode klasik seperti Sobel dan prewit. Selain deteksi tepi dengan metode klasik, ada metode lain, yaitu deteksi tepi dengan logika fuzzy. Logika fuzzy mampu mengatasi ambiguitas dan ketidakjelasan gambar dengan benar, seperti perbedaan membatasi tingkat kecerahan gambar. Logika Fuzzy dianggap mampu menangani proses deteksi tepi. Deteksi tepi citra digital dengan logika fuzzy dimulai dengan mengelompokkan tingkat kecerahan pada set kelompok kabur yaitu hitam dan putih. Kelompok ini membentuk himpunan fuzzy fungsi keanggotaan fuzzy. Beberapa aturan yang digunakan sebagai filter dengan ukuran 3x3 piksel, untuk menentukan tepi, piksels hitam dan putih, dinyatakan dalam fungsi keanggotaan fuzzy output. Proses defuzzifikasi dilakukan untuk mendapatkan nilai output dalam bentuk tingkat kecerahan matriks. Thresholding digunakan untuk memisahkan piksel tepi dengan piksel hitam dan putih. Tepi piksel ditunjukkan dengan nilai 1 dan piksel hitam atau putih dengan nilai 0. Citra output menunjukkan tepi gambar input. 

Kata kunci: citra digital, deteksi tepi, logika fuzzy, aturan inferensi fuzy 

Pendahuluan 

Pada jaman modern sekarang ini, citra dalam bentuk digital dapat dengan mudah dijumpai. Pemanfaatan citra digital dalam berbagai bidang juga sudah menjadi hal yang umum digunakan. Berbeda dengan citra analog, citra digital lebih luas pemanfaatannya karena kemudahan dalam hal penyimpanan dan pengolahan. Penggunaan citra digital antara lain fotografi digital, gambar rancang bangun, peta digital, sidik jari dan banner halaman web.

Peneliti: Dedy Kurniawan Hadi Putra 

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di link berikut:
JURNAL: PENDETEKSIAN TEPI CITRA DIGITAL DENGAN LOGIKA FUZZY