Contoh Perhitungan Agoritma Weigted Product

Contoh Perhitungan Agoritma Weigted Product

Contoh Perhitungan Agoritma Weigted Product

Pada materi ini saya akan menjelaskan cara perhitungan metode weighted product dimana proses dalam perhitungan tersebut dengan menghitung pembobotan pada setiap kriteria yang telah di tentukan, contoh kali ini untuk menghitung penentuan beasiswa untuk sekolah. Berikut adalah contoh perhitungan yang telah saya ringkas.

Kriteria yang digunakan sebagai acuan dalam pemlihan beasiswa yang berhak mendapatkan beasiswa ada 4 yaitu :
Kode
Kriteria
C1
Jumlah anak dalam keluarga
C2
Nilai Rata – Rata Rapot
C3
Penghasilan Orang Tua
C4
Rata – Rata Biaya Listrik Perbulan


Pada kriteria diatas ditentukan pengambil keputusan sebagai bobot untuk setiap kriteria, penentuan bobot ini bisa anda tentukan sendiri atau ditentukan oleh objek penelitan anda :

Kriteria
Variabel
Kriteria Bobot
Bobot
Nilai Minimal Bobot
C1


Jumlah anak dalam keluarga


< 2
3
3
= 2
4
>2
5
C2



Nilai Rata – Rata Rapot



<=5.00
1
4
5.10 – 6.00
2
6.10 – 7.00
3
7.10 – 8.00
4
>=8.10
5
C3

Penghasilan Orang Tua

<= 1 juta
5
5
1.1 – 1.5 juta
4
1.6 – 2 juta
3
2.1 – 2.5 juta
2
2.6 – 3 juta
1
C4


Rata – Rata Biaya Listrik Perbulan


>75000
2
3
=75000
3
<75000
5


Yang perlu anda perhatikan adalah pada proses penentuan nilai bats minimal bobot, pada kasus diatas saya penentukan batas bobot untuk setiap kriteria C1= 3, C2= 4, C3=5, C6=3.


Kemudian misal ada 30 siswa yang telah terinput datanya digambarkan pada tabel berikut ini :

ALTERNATIF
KRITERIA
C1
C2
C3
C4
A1
3
1
4
2
A2
3
1
4
2
A3
5
5
4
5
A4
5
4
3
5
A5
5
4
5
5



Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu dengan menghitung perbaikan bobot batas nilai, batas nilai yang telah kita tentukan sebelumnya yaitu : 3, 4, 5, 3

Dengan rumus :


Keterangan :

Setiap bobot dilakukan perhitungan perbaikan bobot terlebih dahulu
Contoh Perhitungan Agoritma Weigted Product

Dari hasil diatas didapatkan nilai W1 - W4  dimana hasil tersebut adalah perwakilan dari setiap kriteria, dan kriteria telah ditentukan ada 4 kriteria.  Kemudian dari hasil W tersebut akan dijadikan nilai pangkat pada setiap data 30 siswa yang telah kita tentukan sebelumnya dengan menentukan nilai vektor S.

Rumus menghitung nilai vektor S :

Contoh Perhitungan Agoritma Weigted Product
Dari rumus diatas maka di dapatkan hasil perhitungan pembobotan dari 30 data sebagai berikut :


S1=(3^0.2 )*(1^0.26 )*(4^0.33 )*(2^0.2 )= 2.62

S2=(3^0.2 )*(1^0.26 )*(4^0.33 )*(2^0.2 )= 2.62

S3=(5^0.2 )*(5^0.26 )*(4^0.33 )*(5^0.2 )= 4.72

S4=(5^0.2 )*(4^0.26 )*(3^0.33 )*(5^0.2 )= 4.28

S5=(5^0.2 )*(4^0.26 )*(5^0.33 )*(5^0.2 )= 4.72

S6 ( batas nilai ) = (3^0.2 )*(4^0.26 )*(5^0.33 )*(3^0.2 )= 3.87


ket :

^ = pangkat 


Jumlah yang di hitung 30 data + batas nilai. Yang saya maksud disini adalah batas nilai juga ikut di hitung, untuk menentukan hasil nilai dari batas nilai tersebut. Setiap jumlah data jangan lupa di ikuti dengan menghitung batas nilai yang telah di tentukan.


Langkah selanjutnya yaitu menghitung nilai vektor, untuk proses perangkingan data. Brikut adalah rumus untuk menentukan nilai vektor

Contoh Perhitungan Agoritma Weigted Product

Rumus sederhananya sebagai berikut :

Contoh Perhitungan Agoritma Weigted Product


Dan berikut ini adalah hasil perhitungan dari 5 data dari rumus nilai vektor tersebut :

Contoh Perhitungan Agoritma Weigted Product

Dari hasil diatas penentuan nilai yang lolos yaitu dimana nilai yang => V6 (batas nilai ) atau nilai yang => 0.169513798  di nyatakan lolos, di nilai dibawah itu dinyatan tidak lolos.


Contoh di atas adalah cara perhitungan metode weighted product, cukup mudah dan simple. Kuncinya setiap jumlah data yang di hitung atau setiap penambahan data maka hasil perhitungan metode weighted product akan selalu berubah, karena jumlah pembagi juga akan betambah. Dan jangan lupa setiap melakukan perhitungan batas nilai harus selalu di ikut sertakan untuk menjadi acuan nilai standart minimal / nilai kelolosan.

Jika ada pertanyaan atau koreksi perhitungan silahkan sampaikan melalui kolom komentar.