JURNAL : Rancang Bangun Aplikasi Alat Musik Kolintang menggunakan Augmented Reality berbasis Android

JURNAL : Rancang Bangun Aplikasi Alat Musik Kolintang menggunakan Augmented Reality berbasis Android

Rancang Bangun Aplikasi Alat Musik Kolintang menggunakan Augmented Reality berbasis Android
ABSTRAK - Penelitian yang berjudul “Rancang Bangun Aplikasi Alat Musik Kolintang menggunakan Augmented Reality berbasis Android” ini merupakan sebuah perancangan yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah aplikasi Augmented Reality Kolintang yang dapat berjalan pada sistem operasi android. Metode yang digunakan sebagai tahapan penelitian ini adalah metode Prototype yang merupakan metode proses perangkat lunak yang bisa memahami kebutuhan user dan dapat diperbaiki secara terus menerus sampai sesuai dengan kebutuhan user. Aplikasi yang di bangun menggunakan beberapa tools yaitu UML (Unified Modelling Language), Unity, Vuforia dan Blender3D. Maka aplikasi yang di hasilkan yaitu aplikasi augmented reality yang dapat menampilkan alat musik kolintang berbentuk 3D serta jenis suara pada setiap jenis kolintang. 

Kata Kunci : Augmented Reality Kolintang, Prototype, Android


PENDAHULUAN - Perkembangan teknologi semakin pesat pada saat ini. Kemajuan ini menjadikan teknologi komputer semakin mendominasi. Dalam dunia musik pun peran teknologi komputer semakin hari semakin meningkat. Banyak masyarakat yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memperkenalkan alat musik. Kolintang atau juga biasa disebut dengan sebutan kulintang. Kata Kolintang sendiri sebenarnya berasal dari bunyi yang di hasilkan oleh alat musik tersebut yakni Tong pada saat nada rendah, Ting waktu nada tinggi dan Tang ketika mengeluarkan nada tengah. Pada zaman dulu masyarakat minahasa ketika ingin mengajak orang untuk memainkan kolintang mereka mengucapkan “Ayo kita ber TongTingTang” yang kalau dalam bahasa minahasa “Maimo Kumolintang” dari kebiasaan itulah sehingga alat musik tersebut diberi nama “Kolintang”. [1] Taman Budaya adalah gedung pertunjukan yang memadai untuk menampilkan pertunjukan-pertunjukan kesenian khas Sulawesi Utara. Tidak hanya pertunjukan kesenian yang digelar di sini, pameran dan pelatihan seni budaya juga sering digelar di taman budaya yang peresmiannya dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia saat itu Fuad Hasan. Di taman budaya ini terdapat satu gedung pertunjukan yang berukuran cukup besar untuk mementaskan pagelaran seni dan budaya. Di dukung kapasitas tempat duduk yang memadai, gedung pertunjukan ini menjadi tempat yang nyaman untuk menyaksikan sebuah pertunjukan. [2]


DOWNLOAD JURNAL