JURNAL : SISTEM KEAMANAN E-VOTING MENGGUNAKAN ALGORITMA KODE ASCII

JURNAL : SISTEM KEAMANAN E-VOTING MENGGUNAKAN ALGORITMA KODE ASCII

SISTEM KEAMANAN E-VOTING MENGGUNAKAN ALGORITMA KODE ASCII
ABSTRAK - Pemungutan suara secara konvensional atau voting adalah proses pemungutan suara dan aspirasi serta keputusan penting untuk beberapa pihak. Tetapi pemungutan secara konvensional membutuhkan waktu yang lama dan sangat melelahkan untuk menunggu hasil voting. e-voting menjadi alternatif proses pemungutan suara yang lebih mudah dan cepat serta dapat menurunkan tingkat kesalahan. Tetapi penerapan e-voting menyisakan persoalan terkait soal keamanan informasi yaitu keutuhan data (integrity), kerahasiaan informasi (confidentiality), dan ketersediaan informasi (availability). Enkripsi dapat dimanfaatkan untuk menjawab pertanyaan terkait dengan keamanan informasi berupa kerahasiaan, keutuhan data, nir penyangkalan, serta otentikasi. Pada skripsi ini dijelaskan bagaimana algoritma kode ASCII yaitu algoritma ASCII digunakan untuk meningkatkan keamanan informasi dalam e-voting. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem e-voting berbasis web menggunakan bahasa pemograman PHP dan database Oracle dan menunjukkan bahwa algoritma kode ASCII cukup aman digunakan untuk keamanan informasi pada e-voting. 

Kata Kunci: Enkripsi, Keamanan Informasi, E-voting.


I. PENDAHULUAN 
Voting telah menjadi salah satu metode untuk mengambil keputusan penting alam kehidupan manusia. voting digunakan mulai dari tingkat masyarakat terkecil, yaitu keluarga, sampai dengan sebuah negara. voting digunakan untuk menghimpun aspirasi dari seluruh elemen masyarakat, dan kemudian menemukan jalan keluar yang dianggap paling baik untuk menyelesaikan permasalahan. voting memiliki banyak tipe pelaksanaan, menjelaskan mengenai tipe-tipe pelaksanaan voting dan ilustrasi pelaksanaannya. Dalam negara yang menganut sistem politik demokrasi, voting digunakan untuk mengambil keputusan negara yang sangat krusial, antara lain adalah untuk memilih wakil-wakil rakyat, atau untuk memilih pemimpin negara yang baru. Akan tetapi, tidak seluruh warga negara dapat memberikan suara mereka dalam voting. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh warga negara tersebut untuk mendapatkan haknya, dan negara wajib untuk melindungi warga negara tersebut dalam memberikan suaranya. Oleh karena itu, voting membutuhkan prosedur pelaksanaan yang dapat menjamin kerahasiaan dan keabsahan dari hasil pelaksanaan voting tersebut.

DOWNLOAD JURNAL