JURNAL : PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ISYARAT UNTUK PANDUAN TOURING DENGAN METODE PD

JURNAL : PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ISYARAT UNTUK PANDUAN TOURING DENGAN METODE PD

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ISYARAT UNTUK PANDUAN TOURING DENGAN METODE PD
ABSTRAK - Video pembelajaran diperlukan di Vixion Owners Semarang (VIOS) sebagai media pembelajaran bahasa isyarat untuk panduan touring sehingga tercipta touring yang lancar, aman, nyaman dan menyenangkan, serta semua kegiatan turing berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Penelitian ini adalah jenis penelitian dan pengembangan atau dikenal dengan istilah Research and Development (R & D) melalui 6 langkah-langkah pengembangan. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan adalah Metode Demontrasi dan Metode Peer Teaching Menthods (teman mengajari teman). Dari hasil pengujian validasi produk untuk media video pembelajaran diperoleh , kelayakan menurut ahli media 87,5 %, ahli materi 90 % dan hasil uji lapangan (user) rata-rata 91 % sehingga termasuk dalam kategori layak untuk digunakan pada Paguyuban Vixion Owners Semarang. 

Kata kunci: video, isyarat, turing, motor


PENDAHULUAN - Manusia adalah makluk sosial dimana kegiatannya tidak lepas dari komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Komunikasi adalah suatu proses penukaran informasi di antara individu melalui sistem lambang-lambang, tanda-tanda atau tingkah laku. Komunikasi dalam sebuah organisasi, kelompok atau paguyuban mempunyai peranan yang sangat penting yaitu agar tidak terjadi salah penyampaian informasi antar anggota sehingga tujuan dapat tercapai. Komunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan kata-kata (verbal) atau tidak (non verbal). Komunikasi non verbal menggunakan gerak tubuh, penampilan fisik, bunyi, dan sentuhan sebagai isyarat dalam berkomunikasi. Komunikasi non verbal atau bahasa isyarat digunakan pada salah satu klub sepeda motor di kota Semarang, yaitu paguyuban Vixion Owners Semarang (VIOS) di salah satu kegiatannya yaitu touring (turing). Bahasa isyarat adalah bahasa yang mengutamakan komunikasi manual, bahasa tubuh, dan gerak bibir, bukan suara, untuk berkomunikasi (Departemen Pendidikan Nasional, 2001). Seperti halnya pada VIOS saat turing, komunikasi verbal kurang efektif dilakukan maka dibutuhkan bahasa isyarat sebagai penggantinya.

DOWNLOAD JURNAL