JURNAL : PENERAPAN METODE FUZZY C-COVERING UNTUK ANALISIS POLA PEMBELIAN PADA MINIMARKET

JURNAL : PENERAPAN METODE FUZZY C-COVERING UNTUK ANALISIS POLA PEMBELIAN PADA MINIMARKET

PENERAPAN METODE FUZZY C-COVERING UNTUK ANALISIS POLA PEMBELIAN PADA MINIMARKET
ABSTRAK - mining merupakan salah satu ilmu dari kecerdasan buatan (artificial intelligence) sebagai serangkaian proses untuk menggali nilai tambah dari suatu kumpulan data berupa pengetahuan yang selama ini tidak diketahui secara manual. Salah satu proses data maining dalam pencarian analisis pola pembelian pada Minimarket dapat menerapkan Metode Fuzzy C-Covering. Pada teknik data mining penerapan metode Fuzzy C-Covering untuk mencari nilai support dan nilai confidence. Nilai support digunakan untuk menunjukan seberapa besar tingkat dominasi suatu item untuk item set dari keseluruhan transaksi, nilai confidence dipakai untuk menentukan rule mana saja yang merupakan interesting rule atau suatu ukuran yang menunjukan hubungan antar 2 item secara conditional. Metode Fuzzy C-Covering digunakan untuk mengklasifikasikan elemen-elemen dari suatu himpunan universal yakni kesulurahan produk item pada minimarketmenjadi partisi-partisi yang lebih fokus dan detail berdasarkan jenis produk item yang ada karena itu Fuzzy C-covering diterapkan agar dapat mengatasi hambatan yang selama ini terjadi pada proses market basket didalam mencari hubungan antar item.

 Kata kunci: Fuzzy C-covering, Data Mining.


PENDAHULUAN -  Menurut Ariyanti [1] perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan pola pikir keputusan dan pola analisa teknologi informasi yang saat ini menjadi sebuah sarana untuk membantu manusia dalam menyelesaikan berbagai persoalan baik yang ringan maupun berat. Diantara beberapa permasalahan yang ada yaitu tentang bidang pengadaan barang. Minimarket mempunyai teknik atau cara tersendiri, tetapi banyak minimarket yang belum menerapkan cara-cara ilmiah dalam menganalisa teknik order barang, kebanyakan mereka masih menggunakan cara tradisional atau berdasarkan insting. Misalnya Pada Minimarket sistem sudah terkomputerisasi tetapi data transaksi penjualan di Minimarket hanya di gunakan sebagai arsip dan tidak di ketahui apa manfaat dari data tersebut untuk selanjutnya. Data mining merupakan serangkaian proses untuk menggali nilai tambah dari suatu kumpulan data berupa pengetahuan yang selama ini tidak diketahui secara manual. Patut diingat bahwa data mining sendiri berarti usaha untuk mendapatkan sedikit barang berharga dari sejumlah besar material dasar. Nama data mining berasal dari kemiripan antara pencarian informasi yang bernilai dari database yang besar dengan menambang sebuah gunung untuk sesuatu yang bernilai[2] Data mining sebenarnya memiliki akar yang panjang dari berbagai ilmu seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), machine learning, statistic dan database. Beberapa teknik yang sering disebut–sebut dalam literatur data mining antara lain clustering, classification, association rule mining dan sequential pattern. Perangkat lunak data mining adalah satu dari sekian banyak alat untuk menganalisa data. Dengan perangkat lunak tersebut, pengguna diberikan kesempatan untuk menganalisa data dari berbagai sudut pandang, mengkategorikannya, dan menyimpulkan relasi yang teridentifikasi. Salah satu metode untuk asosiasi adalah Metode Fuzzy C-Covering. Metode Fuzzy C-Covering dapat digunakan untuk mengklasifikasikan elemen-elemen dari suatu himpunan universal yakni kesulurahan produk item pada minimarket menjadi partisi-partisi yang lebih fokus dan detail berdasarkan jenis produk item yang ada karena itu Fuzzy C-covering diterapkan agar dapat mengatasi hambatan yang selama ini terjadi pada proses market basket didalam mencari hubungan antar item.


DOWNLOAD JURNAL