JURNAL : AGEN CERDAS UNTUK PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT KOPERASI SIMPAN PINJAM

JURNAL : AGEN CERDAS UNTUK PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT KOPERASI SIMPAN PINJAM

AGEN CERDAS UNTUK PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT KOPERASI SIMPAN PINJAM
Abstrak -Ketidakmampuan anggota koperasi untuk membayar cicilan kredit dalam jangka waktu yang telah ditentukan dapat menyebabkan kredit macet.Kondisi ini apabila dibiarkan terus-menerus dapat berpengaruh langsung terhadap likuiditas koperasi.Untuk meminimalisir resiko kredit macet maka koperasi harus melakukan analisis kelayakan sebelum memberikan kredit. Proses analisis kelayakan kredit merupakan hal yang sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu dibutuhkan alat bantu yang cepat dan akurat untuk melakukan analisis kelayakan kredit untuk menilai kreditur yang mempunyai resiko gagal bayar dan yang tidak beresiko. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan agen cerdas yang menerapkan Case Base Reasoning (CBR) dan Algoritma nearest neighbor untuk penentuan kelayakan pemberian kredit koperasi dengan lebih cepat dan akurat. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen dengan beberapa tahapan penelitian antara lain: studi literatur, pemodelan CBR dan algoritma nearest neighbor, pengembangan sistem yang menerapkan CBR dan algoritma nearest neighbor untuk penentuan kelayakan kredit koperasi dan implementasi sistem. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan Kasus Basis Penalaran dan algoritma tetangga terdekat memiliki nilai akurasi yang lebih tinggi daripada hanya menggunakan Case Base Reasoning. 

Kata Kunci: Case Base Reasoning (CBR), Algoritma Nearest Neighbor Dan Kredit Simpan Pinjam Koperasi.

I. PENDAHULUAN
 Pertumbuhan koperasi dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan laporan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Jumlah koperasi pada tahun 2011 tercatat sebesar 188.181. Kondisi ini meningkat 21,44. persen dibandingkan tahun 2008 yang tercatat sebanyak 154.964. Jumlah anggota koperasi tahun ini pun menanjak 12,9 persen dari capaian 2008 menjadi 30,85 juta orang. Seiring dengan peningkatan jumlah unit dan anggota koperasi, total aset koperasi juga meningkat. Apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2008 tercatat sebesar Rp68,4 triliun, maka peningkatan tahun ini mencapai 29,63% menjadi Rp97,3 triliun [1]. Hal ini menunjukkan peranan koperasi dalam perekonomian nasional meliputi: penyerapan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Koperasi Indonesia didominasi oleh koperasi kredit yang menguasai antara55-60 persen dari keseluruhan aset koperasi [2]. Anggota koperasi dapat mengajukan kredit dan kemudian memiliki kewajiban untuk membayar cicilan kredit sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.Ketidakmampuan anggota koperasi untuk membayar cicilan kredit dalam jangka waktu yang telah ditentukan dapat menyebabkan kredit macet [3].Kondisi ini apabila dibiarkan terus-menerus dapat berpengaruh langsung terhadap likuiditas koperasi. Untuk meminimalisir resiko kredit macet maka koperasi harus melakukan analisis kelayakan sebelum memberikan kredit karena akan berpengaruh pada resiko kelancaran pengembalian kredit.


DOWNLOAD JURNAL