Jurnal : Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Kelayakan Daerah Pertanian Menggunakan Metode SAW

Jurnal : Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Kelayakan Daerah Pertanian Menggunakan Metode SAW

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Kelayakan Daerah Pertanian Menggunakan Metode SAW
(Jurnal teknik Informatika)


Jurnal : Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Kelayakan Daerah Pertanian Menggunakan Metode SAW

ABSTRAK

Kabupaten Asahan merupakan kabupaten agraris dengan mata pencaharian utama penduduk berasal dari pertanian agroindustri. Untuk kegiatan pertanian onfarm, komoditi yang banyak dibudidayakan adalah tanaman pangan palawija. Salah satu faktor kunci dalam menciptakan pemerataan pembangunan atau pengembangan wilayah yang tepat guna dan tepat hasil salah satunya adalah faktor pertanian. Sedangkan untuk mengetahui kelayakan suatu daerah pertanian dapat dilakukan dengan mengadakan sebuah penilaian. Penilaian yang dilakukan Dinas Pertanian dalam penentuan kelayakan daerah pertanian meliputi penilaian kriteria-kriteria suatu daerah. Adapun kriteria-kriteria suatu daerah yaitu jenis tanah, curah hujan, perairan, suhu, dan tekstur tanah.

Pemanfaatan sistem pendukung keputusan sangat membantu dalam penentuan kelayakan daerah pertanian, dan disertai dengan metode Simple Additive Weighting (SAW), metode ini dapat menyelesaikan penelitian
dengan mencari nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilakukan proses perankingan yang akan menentukan alternatif yang optimal, yaitu daerah yang layak untuk pertanian.

Dengan adanya sistem pendukung keputusan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) dan dengan perancangan berorientasi objek menggunakan Unified Modeling Language (UML) ini akan lebih mempermudah Dinas Pertanian dan Instansi lainnya dalam memantau maupun mendapatkan informasi tentang pertanian yang berguna untuk pembangunan sektor pertanian.

Kata kunci: SPK, Kelayakan Daerah Pertanian, UML, SAW.


1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
Kabupaten Asahan merupakan kabupaten agraris dengan mata pencaharian utama penduduk berasal dari
pertanian agroindustri. Untuk kegiatan pertanian onfarm, komoditi yang banyak dibudidayakan adalah
tanaman pangan palawija. Dinas Pertanian Kabupaten Asahan dalam menentukan daerah yang layak untuk
dijadikan daerah pertanian mengadakan penilaian terhadap kriteria-kriteria suatu daerah. Adapun
kriteria-kriteria suatu daerah yaitu jenis tanah, curah hujan, perairan, suhu, dan tekstur tanah.

Sistem pendukung keputusan secara sederhana dapat didefinisikan berupa sistem yang berbasis komputer yang digunakan untuk mempermudah dalam melakukan pengambilan keputusan. Kemampuan mengambil keputusan yang digunakan Dinas Pertanian masih secara manual tanpa adanya model untuk membantu proses penilaian, selain itu belum adanya media database untuk penyimpanan berkas sebelum berkas dianalisis, berkas akan disimpan dengan aplikasi Microsoft excel apabila selesai di analisis, sehingga informasi untuk menunjang pengambilan keputusan penentuan kelayakan daerah pertanian kurang akurat, sedangkan informasi pertanian sangat berguna bagi para perencana pembangunan sektor pertanian untuk
merekomendasikan dan mengidentifikasikan lokasi tertentu bagi pertanian guna untuk pencapaian sasaran
dan hasil yang tepat diperlukan suatu perangkatperangkat tertentu yang mampu memberikan kemudahan. Belum adanya metode yang baku, menjadikan metode dalam sistem pendukung keputusan sangat dibutuhkan untuk penentuan kelayakan daerah pertanian. Metode yang dibutuhkan adalah metode yang dapat membuat kemudah bagi pengambil keputusan untuk membuat keputusan yang kompleks. 

Untuk lebih lengkapnya anda bisa mendownload jurnal nya di link berikut :

DOWNLOAD JURNAL

Kata Kunci : Jurnal Metode SAW, sistem pendukung keputusan, SPK, Jurnal Teknik Informatika, Jurnal Skripsi, Jurnal, Contoh Jurnal, Skripsi Teknik Informatika, Contoh Skripsi Teknik Informatika ,Contoh Skripsi, Skripsi.