Jurnal : Media Pembelajaran Pengenalan Keluarga Pandawa untuk Melestarikan Kebudayaan Lokal Indonesia

Jurnal : Media Pembelajaran Pengenalan Keluarga Pandawa untuk Melestarikan Kebudayaan Lokal Indonesia

Jurnal : Media Pembelajaran Pengenalan Keluarga Pandawa untuk Melestarikan Kebudayaan Lokal Indonesia
(Jurnal Teknik Informatika)


jurnal game teknik informatika

Abstract
Culture is a habit that has some value and fundamental, it will be inheritable from one
generation to another generation. The heritage must be maintained so it doesn’t fade or lost, so
it can be learn and preserved by the next generation. Puppet is one of culture heritage from
ancestor that must be preserved.
The progress of technology makes puppet have been forgotten. It is because the representation
of puppet to feel so bored for young generation and for the society. They are more interesting
to overseas culture like western culture, because it has more interesting representation and it
look more interesting with the improvement of technology.
Because of that, Puppet Culture of Indonesia must be competed in modern era. One of the ways
is make an educational media from puppet that more modern and mix it with technology. That’s
makes Indonesian Culture will not be forgotten with the next generation.
If we do this, it can makes puppet, one of Indonesia Culture, easier to learn and more
interesting for many people. From internet access, the people will be easier to learn Puppet
Culture, especially Pandawa Lima.

Keyword : Learning Media Puppets, Puppets five Pandava.


1. PENDAHULUAN
Wayang merupakan salah satu budaya peninggalan nenek moyang yang kaya akan cerita dan makna.
Menurut Susantio, Djulianto [1], menyebutkan bahwa, Wayang sebagai kebudayaan tertua asli Indonesia, banyak disebut oleh sumber-sumber sejarah, utamanya prasasti. Prasasti tertua yang memberi informasi perwayangan berasal dari masa pemerintahan Raja Airlangga, abad ke- 10 Masehi.Dalam bentuknya yang paling sederhana,pertunjukan wayang sudah dikenal di Indonesia jauh sebelum kedatangan orang-orang Hindu. Pertunjukan itu mulai muncul sekitar zaman Neolitik atau tahun 1500 SM. Seiring berjalannya waktu, kisah pewayangan sedikit demi sedikit menjadi kurang populer dan kurang diminati oleh masyarakat serta generasi muda.Hal ini disebabkan perkembangan
zaman yang ditandai dengan munculnya teknologi hiburan yang lebih menarik dikalangan masyarakat. Sehingga cerita wayang semakin lama semakin ditinggalkan[2].


Untuk lebih lengkapnya anda bisa mendownload jurnal nya di link berikut :


DOWNLOAD JURNAL


Kata Kunci : Jurnal Game Edukasi , Jurnal Teknik Informatika, Jurnal Skripsi, Jurnal, Contoh Jurnal, Skripsi Teknik Informatika, Contoh Skripsi Teknik Informatika ,Contoh Skripsi, Skripsi.