Jurnal :Implementasi Metode TSUKAMOTO Dalam Menentukan Jumlah Pembibitan Kelapa Sawit Berdasarkan Data Persediaan Dan Jumlah Permintaan

Jurnal :Implementasi Metode TSUKAMOTO Dalam Menentukan Jumlah Pembibitan Kelapa Sawit Berdasarkan Data Persediaan Dan Jumlah Permintaan

Jurnal : Implementasi Metode TSUKAMOTO Dalam Menentukan Jumlah Pembibitan Kelapa Sawit Berdasarkan Data Persediaan Dan Jumlah Permintaan

(Jurnal Teknik Informatika)

Metode TSUKAMOTO

ABSTRAK

Penentuan jumlah pembibitan dalam suatu perusahaan merupakan suatu hal yang sangat penting sebelum memulai suatu proses pembibitan. Oleh sebab itu diperlukan suatu sistem yang dapat membantu demi tercapainya suatu tujuan perusahaan. Sistem ini merupakan suatu sistem yang membantu dalam menyelesaikan permasalahan. Banyak teknik yang dipakai untuk membuat sistem ini, salah satunya dengan logika Fuzzy. Logika Fuzzy merupakan salah satu teknik penyelesaian masalah dimana derajat keanggotaan yang biasanya di presentasikan dengan nilai 0 dan 1, sehingga dapat lebih seimbang.

Salah satu metode Fuzzy yang dapat digunakan dalam memecahkan permasalahan tersebut adalah Metode Tsukamoto yang menerapkan rata-rata terbobot untuk menghitung jumlah pembibitan kelapa sawit. 

Sistem ini dapat menentukan jumlah pembibitan kelapa sawit yang dapat membantu direktur dalam membuat keputusan.

Kata Kunci : Logika Fuzzy, Tsukamoto, Pembibitan.


1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

Proses pembibitan memainkan peranan penting, karena dengan dihasilkannya bibit-bibit yang unggul bisa menjamin keberhasilan budidaya. Pembibitan bisa dilakukan dengan dua cara yaitu secara generative (dari biji) dan vegetative (non-biji). Pembibitan secara vegetatif meliputi vegetatif alami (tunas, geragih, stolon, rhizoma, umbi-umbian) vegetatif buatan (cangkok, stek,enten).

Masing-masing pembibitan baik secara generatif maupun vegetatif mempunyai kelemahan dan kelebihan. Bibit yang dihasilkan secara generatif (biji) akan mempunyai perakaran yang lebih kuat, lebih variatif sifatnya, jumlah yang dihasilkan juga lebih banyak. Diversitas beragam. Sedangkan pembibitan secara vegetative (non biji) akan mempunyai perakaran yang rapuh, jumlah yang dihasilkan secara umum sedikit (kecuali dengan memakai teknik kultur jaringan), kurang bervariasi, Diversitas rendah.

Untuk lebih lengkapnya anda bisa mendownload jurnal nya di link berikut :

DOWNLOAD JURNAL

Kata Kunci : Jurnal Metode TSUKAMOTO, sistem pendukung keputusan, SPK, Jurnal Teknik Informatika, Jurnal Skripsi, Jurnal, Contoh Jurnal, Skripsi Teknik Informatika, Contoh Skripsi Teknik Informatika ,Contoh Skripsi, Skripsi.