JURNAL EKONOMI : ANALISA KELAYAKAN TARIF PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA BLITAR,JAWATIMUR BERDASARKAN PENGEMBALIAN BIAYA PENUH (FULL COST RECOVERY)

JURNAL EKONOMI : ANALISA KELAYAKAN TARIF PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA BLITAR,JAWATIMUR BERDASARKAN PENGEMBALIAN BIAYA PENUH (FULL COST RECOVERY)

JURNAL EKONOMI : ANALISA KELAYAKAN TARIF PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA BLITAR,JAWATIMUR BERDASARKAN PENGEMBALIAN BIAYA PENUH (FULL COST RECOVERY)

ABSTRAK

Kegiatan bisnis bertujuan pada perolehan laba agar dapat digunakan sebagai sumbe runtuk menjaga kelangsungan hidup serta perkembangan perusahaan. Untuk mencapai laba yang diharapkan perusahaan hendak nyamenyiapkan perencanaan yang sebaik-baiknya tentang target volume penjualan dan harga jual (tarif) per satuan, serta rencana-rencana biayanya. Penelitian ini adalah Studi Kasus pada PDAM Kota Blitar, khususnya tentang Analisa Break Even Point (TitikImpas), sehingga rumusan masalah yang diajukan adalah “Bagaimanakah penetapan harga jual (tarif) air minum pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Blitar agar dapat menutup seluruh biaya perusahaan?” dan dengan tujuan “untuk mendapatkan gambaran tentang penetapan harga jual (tarif) air minum pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Blitar. Agar mendapatkan gambaran tentang perencanaan volume penjualan dan harga jual yang layak, penganalisaan dilakukan dengan menggunakan analisa Titik Impas (Break Even Point). Break Even Point atau Titik Impas merupakan suatu titik yang menunjukkan bahwa pendapatan total yang dihasilkan perusahaan sama dengan jumlah biaya yang dikeluarkan, sehingga perusahaan tidak memperoleh laba dan tidak mengalami kerugian. Dari penganalisaan yang telah dilakukan diperoleh fakta bahwa tingkat Break Even Point terlalu tinggi, yaitu BEP (unit) per tahun = 1,982,367 m 3 , BEP (Rp) per tahun = Rp5,819,992,173.97,- Jika dipertahankan seperti kondisi sekarang maka untuk dapat menutup seluruh beban usaha (Full Cost Recovery) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Blitar harus mendapatkan subsidi dari Peemerintah Kota Blitar dan atau Pemerintah Provinsi Jawa Timur rata-rata per tahun sebesar Rp 3,175,050,902,- Jika Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Blitar tidak berkehendak mendapatkan subsidi dari Pemerintah Daerah, dan ingin menutup seluruh beban usaha bisa menempuh kebijakan harga baru untuk masing-masing kelompok pelanggan per m 3 yaitu : Non Niaga Rp 5,824,- ; Niaga Rp 5,960,- ; Sosial Rp 6,014,- ; Instansi Pemerintah Rp 5,867,- ; Rp 5,358 dan Kran Umum Rp 6,332,-.

JURNAL EKONOMI : ANALISA KELAYAKAN TARIF PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA BLITAR,JAWATIMUR BERDASARKAN PENGEMBALIAN BIAYA PENUH (FULL COST RECOVERY)

JURNAL EKONOMI : ANALISA KELAYAKAN TARIF PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA BLITAR,JAWATIMUR BERDASARKAN PENGEMBALIAN BIAYA PENUH (FULL COST RECOVERY)