Jurnal: Studi Kemampuan Transfer Daya Maksimum Dengan Kendala Stabilitas Tegangan Pada Interkoneksi Sumbagsel

Jurnal: Studi Kemampuan Transfer Daya Maksimum Dengan Kendala Stabilitas Tegangan Pada Interkoneksi Sumbagsel

Jurnal: Studi Kemampuan Transfer Daya Maksimum Dengan Kendala Stabilitas Tegangan Pada Interkoneksi Sumbagsel

Abstrak 

Suatu sistem interkoneksi memungkinkan suatu wilayah yang kekurangan energi listrik akan dapat terpenuhi kebutuhannya dari pasokan energi listrik yang dikirimkan oleh wilayah dengan daya pembangkitan berlebih. Pengiriman daya pada sistem interkoneksi secara kontinu dengan baik memerlukan suatu sistem yang handal. Proses transfer daya antar wilayah pada sistem interkoneksi agar dapat terpenuhi dengan baik maka memerlukan suatu perencanaan dan studi tentang pengaruh perubahan beban pada sistem dengan tetap menjaga batas toleransi nilai tegangan dalam kondisi yang masih diizinkan dalam pengiriman daya. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan aliran daya pada tugas akhir ini menggunakan solusi Continuation Power Flow (CPF) pada toolbox PSAT 2.1.6 Matlab dengan langkah prediksi dan koreksi untuk kenaikan (faktor pengali kenaikan beban). Untuk skenario simulasi program, dipilih dengan menambahkan beban sebesar per10 MW di setiap beban baik saat luar waktu beban puncak (LWBP) maupun saat waktu beban puncak (WBP) pada sistem Lampung. Transfer daya maksimum saat LWBP dan WBP terjadi pada penambahan beban sebesar 140 MW dengan nilai daya terbesar terdapat pada saluran yang menghubungkan Baturaja-Bukit Kemuning (51- 53) sebesar 336,6633 MW (LWBP) dan 324,4741 MW (WBP). 

Kata kunci : Interkoneksi, Transfer daya, Continuation Power Flow (CPF) 

Pendahuluan 

Sistem tenaga listrik harus selalu dijaga dalam keadaan yang baik, maka dibutuhkan suatu sistem yang handal dalam memberikan pelayanan distribusi listrik. Pertumbuhan beban suatu wilayah akan cenderung lebih pesat dibandingkan pertambahan pembangkit pada wilayah tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan pemenuhan kebutuhan energi listrik pada suatu wilayah tidak dapat terpenuhi dengan baik. Sedangkan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan listrik dewasa ini terbilang sangat meningkat. Berdasarkan data PLN Lampung tahun 2011, untuk wilayah Lampung pertumbuhan listrik ratarata mencapai 50 MW – 60 MW atau 12% per tahun.

Peneliti: Jaka Wibowo 

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di link berikut:
Jurnal: Studi Kemampuan Transfer Daya Maksimum Dengan Kendala Stabilitas Tegangan Pada Interkoneksi Sumbagsel