JURNAL: SISTEM INFORMASI TRANSPORTASI DAN JALUR ANGKUTAN KOTA UNTUK PENATAAN RUANG WILAYAH KOTA SEMARANG GUNA MEMBANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN (STUDI KASUS : BAGIAN WILAYAH KOTA III DAN IV KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SEMARANG)

JURNAL: SISTEM INFORMASI TRANSPORTASI DAN JALUR ANGKUTAN KOTA UNTUK PENATAAN RUANG WILAYAH KOTA SEMARANG GUNA MEMBANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN (STUDI KASUS : BAGIAN WILAYAH KOTA III DAN IV KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SEMARANG)

JURNAL: SISTEM INFORMASI TRANSPORTASI DAN JALUR ANGKUTAN KOTA UNTUK PENATAAN RUANG WILAYAH KOTA SEMARANG GUNA MEMBANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN (STUDI KASUS : BAGIAN WILAYAH KOTA III DAN IV KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SEMARANG)

Abstrak 

Tujuan Sistem Informasi Geografi Transportasi dan Jalur Angkutan Kota (angkot) ini untuk memberikan suatu alternatif sistem Informasi yang lebih baik, dalam penanganan Transportasi dan Jalur Angkutan Kota di WIlayah Semarang terutamaBWK III dan BWK IV. Diharapkan hasil informasi dapat dikelolasecara tepat untuk menghindari tumpang tindih fisik wilayah. Bisa digunakan oleh peneliti,pembuat keputusan di bidang Rencana Tata Ruang Kota. Dengan menggunakan SIstem Informasi Geografi penyajian data akan menjadi lebih menarik dan memudahkan user untuk mengakses informasi tanpa proses yang rumit karena disajikan secara dijital. Sistem Transportasi dan Jalur Angkutan Kota berbasis GIS ini memuat database spasial tentang Rencana Jaringan Jalan Baru, Jalur-jalur/trayek angkutan kota, dan rencana sistem transportasi yang meliputi peta Tata GunaLahan Bagian Wilayah Kota III dan BWK IV dengan pertimbangan daerah tersebut memiliki kepadatan penduduk dan arus lalulintas yang padat. Database internal terbentuk secara otomatis dari hasil rancangan data spasial,database eksternal bisa direlasikan dengan database Sistem Informasi Geografi yang baru hasil dari penggabungan. 

Kata Kunci : Sistem Informasi Geografi, Sistem Transportasi dan Angkutan Kota, Database Spasial 

Pendahuluan 

Perencanaan pembangunan kawasan sangat mempengaruhi pola pergerakan, dimana penggunaan lahan dan rencana distribusi spasialnya (data ruang) merupakan penentu dalam pengadaan prasarana dan sarana transportasi yang menyebabkan terjadinya interaksi. Hal yang penting dalam melancarkan interaksi antara pusat kota, pusat perdagangan dan industri, pendidikan dengan kebutuhan transportasi yang dapat mendukung aktifitas yang terdapat pada masing-masing sektor tersebut.

Peneliti: Sarita Yuniarti Hanum 

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di link berikut:
JURNAL: SISTEM INFORMASI TRANSPORTASI DAN JALUR ANGKUTAN KOTA UNTUK PENATAAN RUANG WILAYAH KOTA SEMARANG GUNA MEMBANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN (STUDI KASUS : BAGIAN WILAYAH KOTA III DAN IV KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SEMARANG)