JURNAL: PERBANDINGAN METODE ANALISIS CIRI AIR UNTUK PENDETEKSIAN OBJEK PERMUKAAN AIR BERDASARKAN PANTULAN CAHAYA

JURNAL: PERBANDINGAN METODE ANALISIS CIRI AIR UNTUK PENDETEKSIAN OBJEK PERMUKAAN AIR BERDASARKAN PANTULAN CAHAYA

JURNAL: PERBANDINGAN METODE ANALISIS CIRI AIR UNTUK PENDETEKSIAN OBJEK PERMUKAAN AIR BERDASARKAN PANTULAN CAHAYA

Abstrak 

Air merupakan salah satu objek yang unik di alam. Pada aplikasi komputer vision, mekanisme identifikasi objek air dapat dilakukan dengan menganalisis cahaya yang mengenai objek tersebut, baik dengan menganalisis pantulan atau penyerapan cahaya. Selain itu, pendekatan dalam deteksi permukaan air pun harus memperhatikan kecukupan sumber cahaya serta beberapa sifat air yang berkaitan dengan perambatan cahaya, yaitu keadaan permukaan air (tenang, bergelombang), status kedalaman, tingkat kekeruhan, dan ada tidaknya material yang mengambang pada permukaan air (seperti buih atau bahan-bahan lainnya). Sifat air ini akan mempengaruhi proses pemantulan atau penyerapan cahaya, yang tentunya akan mempengaruhi banyaknya variasi yang harus didefenisikan untuk proses deteksi air. Beberapa pendekatan riset untuk mendeteksi permukaan air yang sudah dilakukan adalah metode klasifikasi warna citra dengan color imagery dan analisis polarisasi cahaya. Penelitian ini merupakan studi pustaka riset yang terkait dengan mekanisme deteksi air menggunakan 2 metode tersebut. Pembahasannya adalah melakukan perbandingan yang meliputi perbandingan dalam deskripsi alat dan skenario pemindahan permukaan air berdasarkan pendekatan sifat-sifat air. Lalu, perbandingan segmentasi citra yang disusun berdasarkan pola identifikasi itu. 

Kata kunci: polarisasi cahaya, color imagery, deteksi permukaan air 

Pendahuluan 

Riset pada bidang aplikasi komputer vision untuk mendeteksi objek air pada alam terbuka masih terus mengalami perkembangan. Berbagai pengujian yang dilakukan dalam laboratorium sudah dapat memberikan keberhasilan deteksi dengan baik. Namun, begitu diterapkan ke alam terbuka, ternyata tidak berbeda. Hal ini disebabkan di alam terbuka terdapat beberapa variabel yang harus diperhatikan dan sangat mempengaruhi keberhasilan deteksi permukaan air. Pada sebuah riset (Matthies et al., 2003), telah dilakukan pengelompokan variabel lingkungan yang mempengaruhi kesukaran deteksi air. Variabel lingkungan tersebut adalah variabel waktu operasi (siang atau malam), variabel pemantulan pada permukaan air (yang tentunya akan berbeda dengan air pada tempat terbuka dengan air yang memantulkan banyak pepohonan atau objek di daratan), dan variabel ukuran dari permukaan air (akan berbeda proses identifikasi untuk genangan air yang kecil dibandingkan dengan sebuah danau besar).

Peneliti: Surya Hadinata 

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di link berikut:
JURNAL: PERBANDINGAN METODE ANALISIS CIRI AIR UNTUK PENDETEKSIAN OBJEK PERMUKAAN AIR BERDASARKAN PANTULAN CAHAYA