JURNAL: IMPLEMENTASI ALGORITMA TEA DAN FUNGSI HASH MD4 UNTUK ENKRIPSI DAN DEKRIPSI DATA

JURNAL: IMPLEMENTASI ALGORITMA TEA DAN FUNGSI HASH MD4 UNTUK ENKRIPSI DAN DEKRIPSI DATA

JURNAL: IMPLEMENTASI ALGORITMA TEA DAN FUNGSI HASH MD4 UNTUK ENKRIPSI DAN DEKRIPSI DATA

Abstrak 

Keamanan data merupakan salah satu aspek terpenting dalam teknologi informasi. Dengan tingkat keamanan yang tinggi, diharapkan informasi yang disajikan dapat terjaga keasliannya. Pada penelitian ini menghasilkan suatu sistem yang mengamankan data dan informasi yang tersimpan pada komputer dari gangguan para kriptanalis. Proses penyandian yang dilakukan hanya pada pesan dalam format teks (yaitu dalam format *.txt). Sistem ini dibangun menggunakan perangkat lunak Borland Delphi 7.0. Tahapan yang dilakukan untuk melakukan proses pembentukan sistem tersebut meliputi tahapan analisis permasalahan, perancangan aplikasi yang melibatkan diagram alir data, algoritma dan flowchart beserta pemodelan struktur program dan desain antarmuka aplikasi, sehingga aplikasi yang terbentuk menjadi mudah dipergunakan dan memiliki fungsi yang optimal. Dengan menggunakan Algoritma TEA yang merupakan algoritma kriptografi kunci rahasia, permasalahan tersebut dapat diatasi. Kekuatan algoritma ini terletak pada jaringan feistel (meliputi operasi subtitusi, permutasi dan modular arithmetic) dan bilangan delta yang berasal dari golden number. Hasil dari proses enkripsi adalah ciperteks yang berukuran 16 byte atau kelipatannya. Algoritma kriptografi TEA lebih aman dikarenakan jumlah round serta panjang kuncinya yang lebih panjang. 

Kata Kunci: Kriptografi, Algoritma, Tea, Ciperteks, Enkripsi, Dekripsi 

Pendahuluan 

Kriptografi merupakan salah satu komponen yang tidak dapat diabaikan dalam membangun keamanan komputer. Kriptografi bertujuan agar pesan atau data yang dikirim tidak dibaca oleh pihak yang tidak berhak dan kalaupun data itu bisa dibaca maka tidak bisa dimengerti oleh pihak tersebut, karena data sudah dienkripsi dan belum didekripsikan. Data yang akan dikirimkan dan belum mengalami penyandian dikenal dengan istilah plainteks dan setelah disamarkan dengan suatu cara penyandian, maka plainteks ini akan berubah menjadi cipherteks.

Peneliti: Nurdin

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di link berikut:
JURNAL: IMPLEMENTASI ALGORITMA TEA DAN FUNGSI HASH MD4 UNTUK ENKRIPSI DAN DEKRIPSI DATA