Jurnal: Disaster Management Models Using Knowledge Management Systems

Jurnal: Disaster Management Models Using Knowledge Management Systems

Jurnal: Disaster Management Models Using Knowledge Management Systems

Abstrak 

Untuk mempercepat proses peningkatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana, umumnya dilakukan melalui pelatihan dengan menggunakan modalitas berupa panduan, standar penanganan, kearifan lokal, menggunakan media tatap muka, telekonferen, videokonferen, dan lainnya. Pelaksanaan kegiatan berbentuk transfer pengetahuan atau peningkatan kapasitas pihak yang berperan dalam usaha pengurangan resiko bencana. Dalam upaya meningkatkan kemampuan transfer pengelolaan bencana, dikembangkan Model Knowledge Management Systems (KMS) jaringan unggulan, yaitu solusi aplikasi yang dapat dikolaborasikan dengan penanggulangan bencana. Metode pengembangan berdasarkan konsep dalam mengumpulkan pengetahuan, mengelola pengetahuan dan mesdistribusikan kembali model penanggulangan bencana dan implikasinya pada masyarakat. Sedangkan metode dalam analisis dan perancangannya mengikuti langkah socialization, externalization, combination dan internalization seperti diuraikan pada model SECI. Hasil pengembangan model ini diharapkan dapat memfasilitasi dan meningkatkan efisiensi kegiatan pengurangan resiko bencana dengan cara berbagi (sharing) pengetahuan diantara para pelaku kegiatan seperti institusi pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, individual, secara kemitraan yang menjamin keterpaduan dan keberlanjutan. 

Kata Kunci : jaringan unggulan, knowledge management systems, penanggulangan bencana 

Pendahuluan 

Sejak tahun 2004, bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia semakin meningkat baik dari sisi frekuensi maupun intensitasnya. Kerugian akibat bencana alam ini adalah berupa hilangnya jiwa manusia, kerusakan infrastruktur serta dampak negatif lainnya. Selain meningkatnya intensitas dan frekuensi kejadian bencana alam, faktor lain yang sangat berpengaruh adalah kerawanan wilayah karena padatnya penduduk yang tinggal di kawasan yang potensial terkena bencana alam. Usaha pengurangan resiko bencana alam menyangkut pengurangan bencana alamnya sendiri, maupun penurunan tingkat kerawanan di kawasan yang terkena dampak, termasuk di dalamnya adalah peningkatan ketahanan masyarakat. Bencana alam berupa gempa bumi sebelumnya juga terjadi pada tanggal 27 Mei 2006, yang disusul dengan bencana erupsi Merapi selama April sampai Juni 2006, serta erupsi pada periode bulan Oktober 2010, yang sungguh merupakan pembelajaran yang berharga bagi berbagai institusi pemerintah, swasta, dan kelompok masyarakat. Dalam rangka lebih mengefisiensikan kegiatan pengurangan resiko bencana tersebut, dipandang perlu untuk menghimpun berbagai pengetahuan dan pengalaman praktis, hasil penelitian, modal sosial, model sinergi, dan lainnya yang pernah, sedang, atau akan dikembangkan, dan kemudian melakukan kegiatan berbagi (sharing) pengetahuan itu secara terpadu dan berkelanjutan.

Peneliti: Tri Pudjadia

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di link berikut:
Jurnal: Disaster Management Models Using Knowledge Management Systems