JURNAL: PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KONTEKSTUAL INTERAKTIF BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA DI SINGARAJA

JURNAL: PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KONTEKSTUAL INTERAKTIF BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA DI SINGARAJA

JURNAL: PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KONTEKSTUAL INTERAKTIF BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA DI SINGARAJA

Abstrak

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk 1) menyusun dan mengembangkan modul fisika kontekstual interaktif berbasis web untuk siswa kelas XII SMA, 2) menjelaskan perbedaan pengaruh antara modul fisika kontekstual interaktif berbasis web (MKIW) dan modul kontekstual konvensional (MKK) terhadap pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran fisika, dan 3) menjelaskan perbedaan pengaruh antara MKIW dan MKK terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dalam dua tahap, pertama, pengembangan produk modul fisika kontekstual, dan kedua, eksperimen untuk menguji keunggulan komparatif produk. Pengembangan produk menggunakan desain model Dick dan Carey. Proses pengembangan mendasarkan diri pada analisis kebutuhan. Salah satu pendukungnya adalah studi pendahuluan di SMA-SMA di Singaraja Bali. Proses pengembangan menggunakan instrumen-instrumen: angket fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), angket kompetensi guru dan siswa dalam TIK, angket ahli isi, angket ahli media, angket siswa perorangan, angket siswa kelompok kecil, dan anget respon implementasi pada pembelajaran. Instrumeninstrumen tersebut memenuhi persyaratan validitas isi. Studi pendahuluan melibatkan 320 siswa kelas XII SMA, 12 orang guru TIK, dan 30 guru fisika. Proses uji formatif melibatkan 3 ahli isi dan media pembelajaran, 3 ahli desain, 6 siswa perorangan, 12 siswa kelompok kecil, dan 3 orang guru. Dalam implementasi modul fisika kontekstual dilakukan dengan penelitian kuasi eksperimen dengan model unequivalence pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah siswa-siswa kelas XII SMA di kota Singaraja pada semester I tahun 2010/2011. Pengambilan sampel eksperimen dilakukan dengan teknik random kelompok bertahap. Berdasarkan tehnik tersebut, terpilih kelompok-kelompok siswa yang belajar dengan fasilitas MKIW dan kelompok-kelompok siswa yang belajar dengan fasilitas MKK adalah SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Singaraja. Instrumen yang digunakan dalam eksperimen adalah tes pemahaman konsep dan tes hasil belajar. Instrumen tes pemahaman konsep terdiri 12 butir dengan internal consistency bergerak dari r=0,40 sampai dengan r=0,69, dan alpha Cronbach=0,713. Instrumen tes hasil belajar terdiri 12 butir dengan internal consistency bergerak dari r=0,34 sampai dengan r=0,77, dan alpha Cronbach = 0,733. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan Multivariat analysis of covariance (MANCOVA). Tehnik analisis menggunakan program SPSS 17.0 FW dengan pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan hasil-hasil penelitian seperti berikut. Pertama, hasil penelitian pengembangan produk mengungkapkan temuan seperti berikut. (1) Delapan modul fisika kontekstual interaktif berbasis web berikut lembaran kerja siswa (LKS), tes pemahaman konsep, dan tes hasil belajar. Modul fisika kontekstual interaktif berbasis web yang dikembangkan berisikan komponen-komponen: (a) masalah-masalah autentik yang ada di sekitar kehidupan siswa, (b) miskonsepsi dan sangkalan, (c) konsep dan prinsip esensial dan strategis, (d) contoh-contoh konseptual dan kontekstual, dan (e) pertanyaan konseptual dan kontekstual yang memandu pemerolehan pemahaman konsep dan hasil belajar. Komponen-komponen modul fisika kontekstual interaktif berbasis web dikemas dalam bentuk animasi teks, gambar, foto, dan video. Hasil uji ahli isi, ahli media, ahli media, ahli desain, siswa perorangan, siswa kelompok kecil, dan guru terhadap pengembangan draft modul fisika kontekstual interaktif berbasis web menyatakan bahwa sosok modul tersebut memiliki kelayakan untuk diimplementasikan dalam pembelajaran. Kelayakan pakai tersebut ditinjau dari segi substansi modul fisika kontekstual. Hasil penilaian para responden terhadap komponen-komponen modul tersebut adalah sesuai, baik dan sangat baik. 2) Telah berhasil dikembangkan panduan modul fisika kontekstual interaktif berbasis web bagi guru yang berisikan tentang panduan implementasi modul dalam pembelajaran. 3) Telah berhasil dikembangkan panduan modul fisika kontekstual interaktif berbasis web bagi siswa yang berisikan tentang implementasi modul dalam pembelajaran. Kedua, profil pengetahuan awal siswa terhadap konsep-konsep gelombang sebagian besar masih diwarnai miskonsepsi (27,5% untuk model MKIW dan 30,8% untuk model MKK). Setelah eksperimen, profil miskonsepsi siswa mengalami penurunan menjadi 13,3% untuk kelompok model MKIW dan 19,0% untuk kelompok MKK. Secara deskriptif setelah perlakuan kelompok MKIW relatif lebih berhasil menurunkan jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi dibandingkan dengan MKK. Ketiga, uji komparasi produk menunjukkan hasil-hasil sebagai berikut. 1) Terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep antara kelompok MKIW dan MKK (F= 53.868; p<0,05. Nilai rata-rata pemahaman konsep kelompok MKIW lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok MKK (Δμ=5,525; SD=0,573, p<0,05). 2) Terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelompok MKIW dan MKK (F= 5,716; p<0,05. Nilai rata-rata hasil belajar kelompok MKIW lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok MKK (Δμ=2,841; SD=1,188, p<0,05). Oleh karena modul fisika kontekstual interaktif berbasis web untuk kelas XII SMA yang telah dikembangkan dalam penelitian ini layak, efektif, dan unggul dalam meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa, maka dalam pembelajaran fisika di SMA hendaknya menggunakan modul fisika kontekstual interaktif berbasis web sebagai fasilitas belajar. 

Kata-kata kunci : modul fisika kontekstual – interaktif - web- pemahaman – hasil belajar

Pendahuluan 

Sampai saat ini, masalah yang melanda dunia pendidikan fisika sebagian besar berkutat di sekitar upaya meningkatkan pemahaman konsep siswa. Pemahaman konsep dan hasil belajar fisika siswa, khusus siswa SMA dalam belajar fisika masih relatif rendah, karena pengemasan pendidikan sering tidak sejalan dengan hakekat belajar dan mengajar fisika (Degeng dalam Santyasa, 2004; Brook & Brook, 1993). Untuk itu perlu dirancang pengemasan pendidikan yang sejalan dengan hakekat belajar dan mengajar yakni : bagaimana siswa belajar, bagaimana guru mengajar, bagaimana pesan pembelajaran di dalam bahan ajar itu, bukan semata-mata pada hasil belajar (Brook & Brook, 1993, Lawson, 1998, Novak, 1985). Pengemasan bahan ajar fisika dan implementasinya hendaknya diorientasikan pada penyediaan peluang kepada siswa dalam pencapaian pemahaman dan hasil belajar siswa SMA.

Peneliti:  Rai Sujanem

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di link berikut:
JURNAL: PENGEMBANGAN MODUL FISIKA KONTEKSTUAL INTERAKTIF BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA DI SINGARAJA