JURNAL : MENDETEKSI KESADAHAN AIR ISI ULANG DENGAN MIKROKONTROLLER

JURNAL : MENDETEKSI KESADAHAN AIR ISI ULANG DENGAN MIKROKONTROLLER

Abstrak

Kesadahan air merupakan air yang mengandung kadar zat kapur tinggi. Air dikatakan sebagai air sadah apabila terdapat kandungan zat kapur sebesar 500 mg/liter sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Dengan mengkonsumsi air yang mengandung kadar kesadahan melebihi 500 mg/liter menyebabkan timbulnya penyakit salah satunya batu ginjal. Selain itu, air yang mengandung kesadahan tinggi merugikan industri, karena kadar kesadahan dalam air menyebabkan pengendapan pada kran-kran air dan sabun tidak berbusa. Persyaratan air sehat harus memenuhi persyaratan fisik, persyaratan biologis dan persyaratan kimia. Persyaratan kesehatan air bersih aman untuk dikonsumsi dan tidak menyebabkan penyakit sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak. Dengan mengimplementasi mikrokontroller untuk mendeteksi kesadahan air isi ulang, maka dapat memberikan informasi tentang kadar kesadahan air isi ulang yang layak untuk dikonsumsi. Dengan menggunakan Metal keping sebagai sensor, maka akan menghasilkan tegangan selanjutnya dikonversi menjadi Analog Digital. Hasil pengujian diperoleh bahwa air sesudah dimasak mengandung kadar kesadahan maksimum 96 ppm, sedangkan air sebelum dimasak mengandung kadar kesadahan maksimum 97 ppm. Hasil penelitian air yang sudah dimasak kadar kesadahan turun sehingga layak untuk dikonsumsi. 

Kata Kunci : Mikrokontroller, Kesadahan


Pendahuluan

Air merupakan sebuah unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pengolahan dan pengembangan sumber daya air yang konsisten merupakan dasar peradapan manusia [1]. Kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari kebutuhan air, terutama dalam kebutuhan air minum selain air yang digunakan untuk mandi, mencuci dan memasak. Berdasarkan kesehatan setiap orang memerlukan air minum sebanyak 2,5 - 3 liter setiap hari termasuk air yang berada dalam makanan [2]. Persyaratan air sehat harus memenuhi persyaratan fisik, persyaratan biologis dan persyaratan kimia. Persyaratan kimia salah satunya yang dapat merugikan dan membahayakan kesehatan manusia adalah kesadahan [2]. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualit asair minum, kadar maksimum kesadahan yang diperbolehkan adalah 500 mg/l. Disamping dapat menimbulkan suatu penyakit pada manusia air yang mempunyai tingkat kesadahan tinggi dapat juga menyebabkan timbulnya kerak pada peralatan masak, menimbulkan endapan berwarna putih, menyebabkan sabun kurang membusa sehingga meningkatkan konsumsi sabun, menimbulkan korosi pada peralatan yang terbuat dari besi. Penyumbatan pipa logam karena endapan CaCO3, menyebabkan pengerakan pada peralatan logam untuk memasak sehingga penggunaan energi menjadi boros. Dalam mengimplementasikan mikrokontroller sebagai pendeteksi kesadahan air isi ulang, menggunakan metal keping yang berbahan metal perak sebagai perubahan nilai resistansi. Tegangan yang keluar dari metal akan dihubungkan dengan analog digital converter. Selanjutnya akan dilakukan perhitungan oleh mikrokontroler, hasilnya ditampilkan oleh LCD. Hasil pengukuran kesadahan air isi ulang akan tampil di LCD pada waktu dilakukan pengukuran. Kesadahan air isi ulang dari hasil pengukuran kandungan kadar zat kapur (CaCO3) dinyatakan dalam satuan ppm.

Peneliti : Syahrorini

Untuk lebih lengkapnya silahkan download di link berikut ini :

JURNAL : MENDETEKSI KESADAHAN AIR ISI ULANG DENGAN MIKROKONTROLLER