JURNAL : HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG OSIS DAN PRAMUKA DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER KEPEMIMPINAN SISWA PENGURUS DI MAN TEMPEL SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2013

JURNAL : HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG OSIS DAN PRAMUKA DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER KEPEMIMPINAN SISWA PENGURUS DI MAN TEMPEL SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2013

JURNAL : HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG OSIS DAN PRAMUKA DENGAN PEMBENTUKAN KARAKTER KEPEMIMPINAN SISWA PENGURUS DI MAN TEMPEL SLEMAN YOGYAKARTA TAHUN 2013
Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi siswa tentang organisasi siswa intra sekolah (OSIS) dan pramuka dengan pembentukan karakter kepemimpinan siswa pengurus di MAN Tempel Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif, karena data yang diperoleh dari lapangan dan penyajian datanya berupa angka/kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan angket. Subjek penelitian adalah seluruh siswa yang menjadi pengurus OSIS yang berjumlah 30 siswa dan pramuka yang berjumlah 30 siswa penelitian ini menggunakan studi sensus karena sampel yang diambil adalah keseluruhan anggota populasi yang berjumlah 60 siswa. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan positif antara persepsi siswa tentang OSIS dengan pembentukan karakter kepemimpinan siswa pengurus di MAN Tempel Sleman tahun 2013 dengan koefisien korelasi sebesar 0,431 yaitu berada pada kategori sedang.; (2) Terdapat hubungan positif antara persepsi siswa tentang pramuka dengan pembentukan karakter kepemimpinan siswa pengurus di MAN Tempel Sleman Yogyakarta tahun 2013 dengan koefisien korelasi sebesar 0,740 yaitu berada pada kategori kuat.
Kata Kunci : OSIS, pramuka, karakter kepemimpinan

PENDAHULUAN - Organisasi OSIS dan Pramuka secara tidak langsung bertujuan untuk membentuk karakter kepemimpinan siswa. Namun kenyataannya dilapangan, banyak hal yang tidak sesuai dengan tujuan organisasi tersebut. Tidak semua siswa yang aktif dalam organisasi memiliki karakter dan sikap yang baik. Banyak siswa yang mengikuti organisasi hanya untuk mengisi waktu luang, menghilangkan kejenuhan, mengikuti teman, dan bahkan untuk menjadi populer di kalangan para siswa. Disisi lain, siswa yang aktif dalam berorganisasi secara otomatis akan tersita waktunya. Waktu untuk belajar kadang digunakan untuk rapat organisasi. Fokus pikiran mereka terbagi dua yaitu belajar dan berorganisasi. Untuk bisa terus bertahan dan bersaing dengan siswa lain dalam berprestasi, para siswa yang mengikti organisasi harus memiliki rasa tanggungjawab lebih. Rasa tanggungjawab inilah yang merupakan salah satu unsur pembentuk karakter kepemimpinan.

DOWNLOAD JURNAL