JURNAL : Aplikasi Rekomendasi Buzzer untuk Pemasaran Produk dengan Prediksi Profil Pengguna Twitter

JURNAL : Aplikasi Rekomendasi Buzzer untuk Pemasaran Produk dengan Prediksi Profil Pengguna Twitter

JURNAL : Aplikasi Rekomendasi Buzzer untuk Pemasaran Produk dengan Prediksi Profil Pengguna Twitter
ABSTRAK - ABSTRAK
Perkembangan situs jejaring sosial secara tidak langsung berdampak pada cara pemasaran sebuah produk, yaitu dengan menggunakan jasa Buzzer. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana menentukan Buzzer yang cocok untuk sebuah iklan produk. Makalah ini memanfaatkan model prediksi profil pengguna twitter untuk merekomendasikan buzzer yang cocok untuk sebuah iklan. Pemilik iklan akan menentukan sasaran pasar iklan tersebut, prioritas profil pengguna yang menjadi sasaran pasar, dan daftar kandidat buzzer yang dianggap cocok. Sistem akan memberikan rekomendasi berupa ranking dari setiap buzzer dengan menghitung kecocokan sasaran pasar dan profil para pengikut buzzer. Sebagai pengujian, dilakukan pencocokan hasil rekomendasi sistem dengan interaksi sebenarnya untuk 6 iklan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai NDGC rata-rata untuk 6 iklan yang diuji sangat tinggi yaitu sebesar 0.90. Hasil rekomendasi Buzzer yang diberikan sistem sesuai dengan total interaksi pengguna pada iklan tersebut. Pemilihan parameter pada profil statis dan dinamis juga sudah dapat merepresentasikan sasaran pasar sebuah iklan.
Kata Kunci buzzer, sasaran pasar, prediksi profil pengguna, NDCG.


PENDAHULUAN - Semakin berkembang pesatnya pengguna jejaring sosial turut mempengaruhi cara perusahaan-perusahaan memasarkan produknya. Saat ini semakin banyak perusahaan memiliki akun jejaring sosial yang digunakan untuk berbagai tujuan, misalnya memasarkan produk dan berinteraksi dengan konsumen. Semakin terkenal akun sebuah perusahaan, maka setiap pemasaran dalam bentuk status akan banyak dilihat oleh calon konsumen. Dalam konteks jejaring sosial, akun yang terkenal didefinisikan sebagai akun yang banyak di-“like” (pada situs jejaring sosial Facebook) atau memiliki jumlah pengikut yang banyak (pada situs jejaring sosial Twitter). Perusahaan sulit membuat akunnya menjadi terkenal karena akun perusahaan pada umumnya identik dengan iklan. Banyak perusahaan yang menggunakan teknik pemasaran viral untuk menyiasati hal tersebut. Pemasaran viral didefinisikan sebagai penyampaian pesan pemasaran dari mulut ke mulut secara elektronik yang dilakukan secara besar-besaran melalui jejaring sosial (Kaplan, 2011). Penelitian pemasaran dari mulut ke mulut secara tradisional membuktikan bahwa cara tersebut tujuh kali lebih efisien dibandingkan pemasaran melalui selebaran, iklan pada media masa, dan lain-lain (Katz, 1970).

DOWNLOAD JURNAL