JURNAL : Perbandingan Kapasitas Pesan pada Steganografi DCT Sekuensial dan Steganografi DCT F5 dengan Penerapan Point Operation Image Enhancement

JURNAL : Perbandingan Kapasitas Pesan pada Steganografi DCT Sekuensial dan Steganografi DCT F5 dengan Penerapan Point Operation Image Enhancement

Perbandingan Kapasitas Pesan pada Steganografi DCT Sekuensial dan Steganografi DCT F5 dengan Penerapan Point Operation Image Enhancement
ABSTRAK - Proses penyisipan pesan pada steganografi pada kawasan DCT umumnya dilakukan pada nilai DCT hasil proses kuantisasi yang memiliki nilai selain 0, ini berhubungan dengan sebaran keberagaman pixel pada citra. Penerapkan point operation image enhancement (POIE) berupa histogram equalization, contrast stretching, brigthening serta gamma correction pada citra penampung sangat berkaitan dengan histogram citra.. Parameter uji yang digunakan yaitu banyaknya bit pesan yang mampu ditampung, nilai PSNR dan MSE, serta nilai koefisien DCT hasil kuantisasi. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan didapatkan beberapa kesimpulan yaitu kapasitas pesan pada steganografi DCT sekuensial lebih besar dibandingkan dengan steganografi DCT F5 baik sebelum penerapan POIE maupun setelah penerapan POIE, kualitas citra stego pada steganografi DCT F5 lebih baik dibandingkan dengan steganografi DCT sekuensial baik sebelum penerapan POIE maupun setelah penerapan POIE, baik steganografi DCT F5 maupun steganografi DCT sekuensial sama-sama tidak memiliki ketahanan terhadap manipulasi terhadap citra stego. 

Kata kunci— Steganografi, domain DCT, citra penampung, kapasitas pesan, kualitas citra, point operation image enhancement, steganografi DCT sekuensial, steganografi DCT F5.


PENDAHULUAN - steganografi pada media digital digunakan untuk mengekploitasi keterbatasan kekuatan sistem indera penglihatan dan pendengaran manusia, pada citra banyak cara digunakan untuk menyembunyikan informasi. Penelitian steganografi berdasarkan domain pada citra dibagi menjadi dua yaitu domain spasial dan domain transformasi[1], steganografi pada domain transformasi masih lebih baik dibanding pada domain spasial [2,3]. Teknik steganografi pada domain transformasi dilakukan dengan menyisipkan pesan dengan memodulasi koefisien dalam sebuah domain tranformasi, seperti pada Discrete Cosine Tranform (DCT) yang digunakan pada kompresi JPEG[3]. Ada beberapa penelitian algoritma steganografi yang mendasarkan teknik penyisipanya menggunakan transformasi DCT[2,3], secara umum proses penyisipan pesan pada kawasan dct dilakukan dengan menyisispkan pesan rahasia pada LSB diarea koefisien DCT hasil kuantisasi secara berurutan atau sekuensial[4]. Berbeda pada kebanyakan proses steganografi pada kawasan dct, pada steganografi dct F5 menggunakan metode baru dalam cara penggantian LSB pada koefisien DCT dengan data pesan, dimana F5 tidak mengganti koefisien DCT namun mengurangi bit koefisien DCT dengan data pesan[5]. Konsep penyisipan pesan pada citra sebenarnya adalah proses mengganti nilai bit pesan dengan nilai pixel yang ada pada citra sedemikian sehingga pesan yang disisipkan mampu tersamarkan dalam nilai pixel citra, sehingga dapat memanipulasi keterbatasan visual manusia[6]. Suatu citra dengan nilai kontras yang rendah akan memiliki histogram yang cenderung kurang beragam dengan kata lain nilai pixel yang dihasilkan kurang beragam[7], selain itu umumnya citra yang memiliki detail yang tinggi akan memiliki lebih banyak nilai koefisien DCT selain nol (0) yang lebih banyak[8]. Image enhancement memiliki arti mempertinggi atau meningkatkan kualitas citra dengan metode-metode tertentu [9]. 

Perbaikan terhadap citra dapat dilakukan dengan beberapa operasi diantara yaitu operasi titik (point operation), operasi spasial (spasial operation), operasi geometri (geometric operation) dan operasi aritmatik (arithmatic operation)[10]. Operasi titik sangat berkaitan dengan histogram citra, dimana histogram citra menunjuk pada histogram dari nilai intensitas pixel serta menampilkan banyaknya pixel dalam suatu citra yang dikelompokkan berdasarkan level intensitas pixel yang berbeda[11]. Hipotesa dari penelitian ini dengan penerapan proses image enhancement terutama dengan beberapa teknik operasi titik pada citra sebelum proses penyisipan pesan rahasia, diharapkan dapat meningkatkan jumlah pesan rahasia yang akan disisipkan karena citra penampung akan mengalami proses perbaikan. Penilaian sebuah algoritma steganografi yang baik dapat dinilai dari beberapa faktor yaitu imperceptibility keberadaan pesan dalam media penampung tidak dapat dideteksi, fidelity yaitu kualitas media penampung setelah ditambahkan pesan tidak jauh berbeda dengan kualitas media penampung sebelum ditambahkan pesan, recovery yaitu pesan rahasia yang telah disisipkan dalam media penampung harus dapat diungkap kembali, dan robustness yaitu pesan yang disembunyikan harus tahan terhadap berbagai operasi manipulasi yang dilakukan pada media penampung[11]. Penelitian ini mencoba untuk membandingkan terutama dari segi kapasitas pesan , kualitas dan ketahanan citra yang dihasilkan dari kedua algoritma steganografi citra berbasis domain transformasi DCT yaitu metode DCT secara sekuensial, dan metode DCT dengan metode F5 (subtraksi), dengan penerapan teknik proses Image Enhancement terutama operasi titik (point operation) berupa histogram equalization, contrast stretching, brigthening serta gamma correction pada citra penampung sebelum disisipi pesan.


DOWNLOAD JURNAL