JURNAL : Pengembangan Data Warehouse Menggunakan Pendekatan Data-Driven untuk Membantu Pengelolaan SDM

JURNAL : Pengembangan Data Warehouse Menggunakan Pendekatan Data-Driven untuk Membantu Pengelolaan SDM

Pengembangan Data Warehouse Menggunakan Pendekatan Data-Driven untuk Membantu Pengelolaan SDM
ABSTRAK - Dasar dari reformasi birokrasi adalah reformasi pengelolaan SDM. Salah satu faktor pendukungnya adalah pengembangan database pegawai. Untuk mendukung pengelolaan SDM diantaranya dibutuhkan data warehouse dan tool kecerdasan bisnis. Data warehouse adalah konsep penyimpanan data terintegrasi yang handal untuk memberi dukungan kepada seluruh kebutuhan analisis data. Dalam penelitian ini dikembangkan data warehouse dengan menggunakan pendekatan data-driven dengan sumber data berasal dari SIMPEG, SAPK dan presensi elektronik. Data warehouse dirancang menggunakan nine steps methodology dan dituangkan dalam notasi unified modeling language (UML). Extract transform load (ETL) dilakukan dengan menggunakan Pentaho Data Integration dengan menerapkan peta transformasi. Selanjutnya untuk membantu pengelolaan SDM, dibangun sistem untuk melakukan online analitical processing (OLAP) berbasis web guna mempermudah memperoleh informasi. Dalam penelitian ini dihasilkan framework pengembangan program aplikasi BI dengan asitektur Model-View-Controller (MVC) dan operasi OLAP dibangun menggunkan pembangkit query dinamis, PivotTable, dan HighChart untuk menyajikan infomasi tentang PNS, CPNS, Pensiun, Kenpa dan Presensi. 

Kata kunci— data warehouse, pengelolaan SDM, Model-View-Controller (MVC), query dinamis


PENDAHULUAN - Reformasi birokrasi adalah strategi untuk membangun aparatur negara agar lebih berdayaguna dan berhasil guna. Menurut [1] salah satu pendekatan pembangunan SDM aparatur yang paling utama adalah melalui reformasi pengelolaan SDM dengan penguatan implementasi teknologi informasi. BKD Kota Tarakan telah mengimplementasikan banyak sistem informasi secara online (online transaction processing) untuk mengelola SDM [2], namun pimpinan masih kesulitan dalam mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat secara online (OLAP) [3]. Permasalahan tersebut disebabkan belum tersedianya data warehouse atau sumber data yang handal [1,4] untuk mendukung analisis [5,6]. Data warehouse adalah sumber data yang handal yang menyediakan semua kebutuhan analisis keputusan [7]. Data warehouse merupakan central point pengingrasian banyak database [8,9]. Implementasi data warehouse sangat luas dan terbuka di lingkungan pemerintahan [4] sebab pemerintah telah memiliki banyak sumber data untuk diolah menjadi informasi lintas departemen yang komprehensif [10]. Beberapa implementasi data warehouse [11,12] dapat meningkatkan kinerja pemerintah, sebagian yang lain [4,10] menjadi perangkat lunak kecerdasan bisnis.


DOWNLOAD JURNAL