JURNAL : Penerapan Total Quality Management (TQM) di Pendidikan Tinggi : Antara Idealisme dan Kenyataan

JURNAL : Penerapan Total Quality Management (TQM) di Pendidikan Tinggi : Antara Idealisme dan Kenyataan

Penerapan Total Quality Management (TQM) di Pendidikan Tinggi : Antara Idealisme dan Kenyataan
ABSTRAK - Total Quality Management (TQM) menjadi relevan karena wujud pendidikan tinggi sebagai sebuah perangkat yang didasarkan pada penciptaan dan penyebaran pengetahuan dan pemahaman memang disinyalir mengalami kemerosotan mutu. Perbaikan mutu merupakan salah satu komitmen pemerintah di sektor pendidikan. Sistem akreditasi program studi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) dan sistim pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang memfokuskan pada pengawasan fungsional, terasa kurang tepat untuk dijadikan jaminan bahwa perguruan tinggi sudah memberikan pendidikan yang bermutu bagi mahasiswanya. Total Quality Management (TQM) didefinisikan sebagai konsep perbaikan yang dilakukan secara terus menerus, yang melibatkan semua karyawan di setiap level organisasi, untuk mencapai kualitas yang ‘exellent’ dalam semua aspek organisasi melalui proses manajemen. Dalam rangka usaha perbaikan mutu, evaluasi program yang dilakukan sudah mencakup evaluasi terhadap tujuan-tujuan dari universitas atau tridarma perguruan tinggi. Akan tetapi, sampai sejauh ini, belum bisa disimpulkan bagaimana pencapaian mutu suatu universitas atau mutu sistim pendidikan tinggi secara keseluruhan. Hal ini diduga antara lain karena praktek-praktek TQM yang ada saat ini belum dikembangkan dengan optimal. Alasan lainnya adalah karena prinsip-prinsip TQM yang lain, yaitu penilaian tentang pencapaian mutu tidak dilakukan. Untuk itu diperlukan kajian ulang sasaran-sasaran mutu universitas, komitmen yang kuat tentang pencapaian mutu dalam renstra setiap universitas dan diselenggarakan quality audit secara rutin untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu.

 Kata kunci: Total Quality Management, Continuous Quality Improvement, Quality Assurance


PENDAHULUAN - Sejalan dengan telah bergemanya gaung globalisasi serta menyongsong era perdagangan bebas, maka kondisi pasar akan senantiasa diwarnai oleh persaingan yang semakin ketat di antara para produsen untuk memperebutkan pangsa pasar. Bahkan kalau perlu mereka tidak ragu-ragu merebut pelanggan tetap dari produsen lain. Upaya promosi yang ditujukan untuk mendongkrak pemasaran dalam jangka panjang tidak lagi banyak berperan dalam peningkatan omset penjualan. Hal ini karena pelanggan telah semakin kritis dalam memilih produk, semakin menyadari adanya kelemahan dan keunggulan dari suatu produk yang ditawarkan kepada mereka. Untuk mendorong peningkatan pemasaran atau untuk mempertahankan pangsa pasar yang sudah diperoleh ternyata memang diperlukan upaya lain, yakni upaya peningkatan kualitas. Disadari atau tidak, seringkali terjadi kesalahan persepsi dikalangan produsen konvensional. Mereka menganggap bahwa peningkatan kualitas hanyalah sebagai tambahan beban yang harus dihindari. Namun kini semakin banyak eksekutif yang menyadari pentingnya arti kualitas bagi peningkatan kinerja usaha mereka. Apalagi setelah kisah sukses perusahaan industri manufaktur Jepang yang mengandalkan keunggulan kualitasnya, sehingga mampu mendesak posisi produsen dari negara maju lainnya merebak ke manca negara. Bahkan upaya peningkatan mutu ini telah dikemas dalam suatu sitem manajemen yang disebut sebagai Total Quality Management (TQM). Penerapan (TQM) dalam perusahaan dapat membantu perusahaan dalam menghadapi persaingan yang makin ketat. TQM mengacu pada perubahan organisasi, mulai dari perubahan struktur, tujuan, peran manajer, dan peran karyawan.


DOWNLOAD JURNAL