JURNAL : Analisa Metode Handover Pada Jaringan WiMAX

JURNAL : Analisa Metode Handover Pada Jaringan WiMAX

Analisa Metode Handover Pada Jaringan WiMAX
ABSTRAK - Metode Handover digunakan untuk mempertahankan koneksi tetap terjaga. Hal tersebut berkaitan dengan performansi dikarenakan proses pengalihan kanal trafik secara otomatis pada mobile station untuk berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan. Faktor utama keberhasilan dalam melakukan handover terletak pada quality of service yang menyediakan tingkat jaminan layanan berbeda-beda dalam mengatur dan memberikan prioritas trafik pada jaringan seperti aplikasi voice over IP (VoIP) atau komunikasi voice memanfaatkan jaringan internet. Penelitian ini menganalisis kinerja quality of service pada jaringan WiMAX standar 802.16e menggunakan metode hard handover dan softh andover dengan aplikasi VoIP pada mobile station. Berdasarkan pengujian yang dilakukan untuk metode hard handover dan metode soft handover menggunakan aplikasi voice over internet protocol pada mobile station. Diperoleh hasil dengan nilai jitter 0.001 ms – 0.31 ms, dan hasil delay 10,5 ms – 39 ms hal tersebut membuktikan bahwa pengaruh jitter dan delay terhadap handover dengan aplikasi VoIP masih dalam tahapan toleransi yang diizinkan. Berbeda dengan output throughput 85 Bit/detik – 550 Bit/detik terlalu rendah dan mengindikasikan bahwa throughput tidak sentitif terhadap handover dengan aplikasi voice over internet protocol. 

Kata kunci— Wimax, handover, hard handover, soft handover, VoIP


PENDAHULUAN - Broadband wireless access (BWA) dengan teknologi worldwide interoperability for microwave access (WiMAX), merupakan salah satu teknologi akses nirkabel pita lebar (broadband wireless access atau disingkat BWA) yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. WiMAX sendiri mengacu pada standar yang dikeluarkan oleh institute of electrical and electronics engineering (IEEE) yaitu 802.16, standar tersebut terus dikembangkan dengan varian-varian yang memiliki keunggulan pada penggunaan atau kondisi tertentu diantaranya varian 802.16a, 802.16rev.d-2004, dan 802.16e [1]. Dalam perkembangannya terdapat beberapa masalah yang sering terjadi jaringan WiMAX. Salah satu diantaranya adalah handover (penyerahan) untuk mempertahankan koneksi tetap terjaga dengan menggunakan aplikasi voice over internet protocol (VoIP). Dimana handover merupakan hal penting yang berkaitan dengan performansi, dikarenakan proses pengalihan kanal traffic secara otomatis pada mobile station (MS) yang sedang digunakan untuk berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan [2]. Faktor utama keberhasilan dalam melakukan proses hard handover dan soft handover dengan aplikasi user VoIP terletak pada quality of service (QoS). Tugas dari QoS untuk menyediakan tingkat jaminan layanan yang berbeda-beda untuk mengatur dan memberikan prioritas trafik pada jaringan seperti voice over IP (VoIP) atau komunikasi voice memanfaatkan jaringan internet. Aplikasi tersebut sangat dipengaruhi oleh jitter dan delay. Sehingga tujuan akhir dari QoS untuk memberikan network service yang lebih baik dan terencana dengan dedicated bandwidth, jitter dan latency yang terkontrol dan meningkatkan loss karakteristik [3].


DOWNLOAD JURNAL