JURNAL : Perancangan SIG Untuk Monitoring Titik Api Pada Taman Nasional Bali Barat

JURNAL : Perancangan SIG Untuk Monitoring Titik Api Pada Taman Nasional Bali Barat

Perancangan SIG Untuk Monitoring Titik Api Pada Taman Nasional Bali Barat
ABSTRAK - Taman Nasional Bali Barat yang terletak di ujung barat pulau bali memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Kodisi suhu udara yang cenderung tinggi dan curah hujan yang rendah mejadikan kawasan Taman Nasional Bali Barat rawan terjadi kebakaran hutan. Denga kawasan daratan yang cukup luas kurang lebih 15.587,89 Ha wilayah daratan, dan banyaknya titik kebakaran yang terjadi sehingga menyulitkan untuk pemetaan titik-titik kebakaran yang sering terjadi. Untuk mengatasi masalah diatas diperlukannya sebuah rancangan sistem yang dapat membantu untuk melakukan pemetaan titiktitik kebakaran secara cepat akurat dan efisien. Perancangan sistem dilakukan dengan menggunakan metodelogi TAS, dengan menggunakan metodelogi TAS diharapkan sistem informasi yang dirancang dapat memenuhi kebutuhan sistem yang diinginkan. Output dari penelitian ini nantinya adalah menghasilkan suatu perancangan sistem dari diagram konteks sistem, data flow diagram sistem, ERD sistem, konseptual database dan perancangan interface sistem. Kata 

kunci: Sistem Informasi, Total Architecture Synthesis, GIS


PENDAHULUAN - Kebakaran hutan adalah keadaan hutan atau lahan dilanda api sehingga mengakibatkan kerusakan hutan atau lahan dan hasil-hasilnya sehingga menimbulkan kerugian. Kebakaran hutan menjadi momok setiap tahun pada musim kemarau. Penyebab kebakaran sampai saat ini masih diperdebatkan, apakah karena alami atau karena ulah manusia [1]. Secara umum, penyebab kebakaran hutan adalah kondisi suhu udara yang tinggi dan curah hujan yang rendah, sehingga sisa-sisa bahan olahan kayu, daun, dan rumput kering yang bergesekan mudah terbakar. Taman Nasional Bali Barat yang terletak di ujung barat pulau bali memiliki kawasan hutan yang cukup luas. Kodisi suhu udara yang cenderung tinggi dan curah hujan yang rendah mejadikan kawasan Taman Nasional Bali Barat rawan terjadi kebakaran hutan [2]. Selain karena faktor suhu udara yang tinggi dan curah hujan yang rendah pembukaan lahan dan penebangan kayu secara liar menjadikan kawasan Taman Nasional Bali Barat semakin rawan terjadi kebakaran. Denga kawasan daratan yang cukup luas kurang lebih 15.587,89 Ha wilayah daratan, dan banyaknya titik kebakaran yang terjadi sehingga menyulitkan untuk pemetaan titik-titik kebakaran yang sering terjadi. Untuk mengatasi masalah diatas diperlukannya sebuah rancangan sistem yang dapat membantu untuk melakukan pemetaan titik-titik kebakaran secara cepat akurat dan efisien. SIG dapat disajikan dalam bentuk aplikasi desktop maupun aplikasi berbasis web. SIG juga dapat memberikan penjelasan tentang suatu peristiwa, membuat peramalan kejadian, dan perencanaan strategis lainnya serta dapat membantu menganalisis permasalahan umum seperti masalah ekonomi, penduduk, sosial pemerintahan, pertahanan serta bidang pariwisata [5]. Menggunakan sistem informasi geografis untuk melakukan pemetaan secara akurat, dimana Sistem Informasi Geografis disini dapat menentukan titik kordinat secara cepat dan tepat yang nantinya akan disimpan dalam database sehingga memudahkan untuk melakukan pemetaan titik-titik kebakaran yang berada dikawasan Taman Nasional Bali Barat.


DOWNLOAD JURNAL