JURNAL : IDENTIFIKASI NYAMUK CULEX DAN AEDES AEGYPTI BETINA MENGGUNAKAN LINIER PREDICTIVE CODING DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION

JURNAL : IDENTIFIKASI NYAMUK CULEX DAN AEDES AEGYPTI BETINA MENGGUNAKAN LINIER PREDICTIVE CODING DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION

IDENTIFIKASI NYAMUK CULEX DAN AEDES AEGYPTI BETINA MENGGUNAKAN LINIER PREDICTIVE CODING DAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LEARNING VECTOR QUANTIZATION
ABSTRAK - Pengolahan sinyal digital yang paling populer dan dampaknya positifnya cukup besar adalah bidang pengolahan suara digital.Pengolahan suara digital dapat dikembangkan dengan berbagai aplikasi yang dapat mempermudah kehidupan manusia, salah satu penelitian yang dapat dibuat adalah pengenalan suara nyamuk. Linier Predictive Coding (LPC) adalah proses mendapatkan nilai energi dalam sekelompok parameter orde LPC. Dalam penelitian ini digunakan metode LPC untuk mengekstraksi ciri sinyal suara nyamuk Culex betina dan Aedes Aegypty betina berupa koefisien cepstrum yang didalamnya sudah terdapat frekuensi sinyal suara nyamuk agar dapat diklasifikasi dengan jaringan syaraf tiruan. Penelitian dilanjutkan dengan membuat sebuah perangkat lunak untuk menunjang eksperimen klasifikasi sinyal suara nyamuk sesuai dengan metode pengolahan sinyal yang diterapkan. Metode klasifikasi menggunakan jaringan syaraf tiruan learning vector quantization (LVQ). Pengujian ini dilakukan dengan skenario variasi jumlah orde LPC yaitu 8, 10, 12, 14 dan 16, dengan jumlah data pelatihan masing-masing nyamuk 50 ekor nyamuk dan pengujian 40 ekor.Selanjutnya hasil akurasi klasifikasi LVQ didapatkan untuk membuat kesimpulan pengaruh pemilihan orde LPC. 

Kata kunci: LPC, LVQ, Culex betina, Aedes Aegypty betina


PENDAHULUAN - Perkembangan teknologi dalam bidang ilmu komputer khususnya yang mempelajari tentang sinyal processing saat ini semakin banyak dan membawa dampak positif dalam kehidupan manusia.Salah satu disiplin ilmu dalam pengolahan sinyal digital yang paling populer dan dampaknya positifnya cukup besar adalah bidang pengolahan suara digital. Pengolahan suara digital dapat dikembangkan dengan berbagai aplikasi yang dapat mempermudah kehidupan manusia.Salah satu aplikasi yang dapat dibuat adalah pengenalan suara nyamuk. Nyamuk adalah hewan kecil yang mempunyai banyak jenis, contohnya nyamuk culex pipens dan mansonia vektor cacing filariasis yang menyebabkan penyakit kuning, cikungunya dan penyakit infeksi lainnya, aedes yang merupakan vektor demam berdarah, dan anopheles yang merupakan vektor malaria [1]. Nyamuk mengeluarkan suara dengan kepakan sayapnya baik saat ingin mencari mangsa ataupun pada saat kawin. Salah satu menjadi daya tarik penulis untuk melakukan penelitian klasifikasi suara nyamuk disebabkan karena penulis bermaksud mengetahui perbedaan suara nyamuk antara nyamuk aedes aegypti, nyamuk anopheles dan nyamuk culex pipiens. Hasil penelitian [2] bahwa kepakan sayap nyamuk aedes aegypti berada pada frekuensi 400Hz sampai 600Hz dan pada saat melakukan duet kawin bisa mencapai frekuensi 1200Hz dan penelitian [3] yang menghasilkan frekuensi nyamuk Culex jantan yang terikat 542.4 81.60Hz (rata-rata standar deviasi; n=20 adalah jumlah nyamuk setiap jenis kelamin ). Untuk culex betina yang terikat 428.3 42.92 dan pada saat duet kawin bisa mencapai frekuensi 1200Hz untuk harmonisasi frekuensi kedua jenis kelamin.


DOWNLOAD JURNAL